Kamis, 14 Juni 2012

MAKALAH KETERAMPILAN GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ada sebuah pendapat yang menyatakan, bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, sudah ditinggalkan banyak orang. Kini, mengajar lebih sering dimaknai sebagai perbuatan yang komplek, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan. Pengintegrasian keterampilan-keterampilan yang dimaksud dilandasi oleh seperangkat teori dan diarahkan oleh suatu wawasan. Sedangkan aplikasinya secara unik dalam arti sebuah simultan dipengaruhi oleh semua komponen belajar mengajar. Komponen yang dimaksud yaitu: tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan, subjek didik, fasilitas dan lingkungan belajar, serta yang tidak kalah pentingnya keterampilan, kebiasaan serta wawasan guru tentang diri dan misinya sebagai pendidik. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, maka pengajar hurus memberdayakan diri sendiri dan para siswanya. Siswa diharapkan mempunyai kompetensi yang diajarkan. Mereka diposisikan sebagai subjek belajar, sedangkan guru sebagai fasilitator.
Jika mengajar dirumuskan sebagai upaya menyampaiakn (transfer) bahan pelajaran kepada siswa, maka makna mengajar itu sendiri akan terbatas hanya pada penyampaian bahan pelajaran itu saja secara sederhana sekali, guru di satu pihak menyampaikan bahan pelajaran dan siswa di pihak lain akan menerima secara pasif.
Biasanya proses penyampaian seperti itu akan berlangsung secara imposisi (penuangan), guru menuangkan sejumlah informasi/pengetahuan kepada siswa, artinya guru mendominasi kelas melalui penyampaian lisan sehingga umumnya muncul gejala verbalistis.
Akan tetapi, jika pengertian mengajar ialah segala upaya yang dilakukan dengan sengaja guna menciptakan proses belajar pada siswa dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka jelas bahwa yang menjadi sasaran akhir dari proses pengajaran itu ialah siswa belajar.
Dalam hal ini upaya apapun dapat dilakukan asal dapat dipertanggungjawabkan mengantarkan siswa menuju pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan, artinya siswa cenderung aktif. Pencapaian tujuan dilakukan melalui proses pengajaran guru tampil di depan kelas untuk mengajar secara langsung ataupun menggunakan perangkat proses pengajaran.
Sehingga pada hakekatnya mengajar itu merupakan upaya guru untuk menciptakan kemungkinan terjadinya proses belajar pada siswa. Jadi yang paling penting dalam mengajar itu bukanlah bahan yang disampaikan oleh guru akan tetapi proses siswa dalam mempelajari bahan tersebut. Dan peranan yang menonjol dalam kegiatan pengajaran ada pada siswa, ini tidak berarti bahwa peranan guru disishkan, hanya diubah saja, guru bukan berperan sebagai penyampai informasi akan tetapi hanya bertindak sebagai pengarah dan pemberi fasilitas untuk mewujudkan terciptanya proses belajar (director and facilitator of learning).
Jadi, guru yang professional itu adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Yang dalam proses belajar mengajarnya membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus demi terciptanya kelancaran proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini permasalahan dalam keterampilan seorang guru dalam proses belajar mengajar tersebut antara lain, yaitu:
1. Bagaimana Keterampilan seorang guru membuka dan menutup pelajaran?
2. Bagaiman Keterampilan seorang guru ketika menjelaskan?
3. Bagaimana Keterampilan seorang guru dalam bertanya?
4. Bagaimana Keterampilan seorang guru memberi penguatan?
5. Bagaimana Keterampilan seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran?
6. Bagaimana Keterampilan seorang guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil?
7. Bagaimana Keterampilan seorang guru dalam mengelola kelas?
8. Bagaiman Keterampilan seorang guru dalam mengadakan variasi?
9. Bagaimana Keterampilan seorang guru ketika mengajar perorangan dan kelompok kecil.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mengikuti mata kuliah Profesi Kependidikan. Selain itu juga agar kami selaku penulis makalah, lebih memahami lagi tentang judul dari makalah ini yaitu “Keterampilan Guru dalam Proses Pembelajaran dan Apilkasinya dalam Praktek Pembelajaran”. Sehingga dapat kami praktikan dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa suatu pembelajan hasilnya akan lebih berkualitas apabila dalam proses pembelajaran tersebut guru mempunyai kompetensi atau keterampilan-keterampilan yang bisa menunjang kelancaran proses belajar mengajar tersebut. Keterampilan-keterampilan itu antara lain sebagai berikut :

A. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
1. Keterampilan membuka pelajaran
Kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi agar minat dan perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajari. Kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan oleh guru pada awal jam pelajaran, tetapi juga pada setiap penggal kegiatan inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran itu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengemukan tujuan yang akan dicapai, menarik perhatian siswa, memberi acuan, dan membuata kaitan antara materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa dengan bahan yang akan dipelajari.
a. Tujuan keterampilan membuka pelajaran
1) Membantu siswa mempersipkan diri agar sejak semula sudah terbayang dengan materi.
2) Menimbulkan niat dan perhatian siswa dan membantu batasan tugas yang akan dikerjakan.
3) Membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman yang sudah ada dengan hal baru yang akan dipelajari.
b. Komponen-komponen dalam keterampilan membuka pelajaran
1) Menarik perhatian siswa
2) Memotivasi siswa
3) Memberi acuan
4) Membuat kaitan, antara lain menghubungkan minat, pengalaman, dan hal-hal lain.
2. Keterampilan menutup pelajaran
Kegitan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran.
a. Tujuan keterampilan menutup pelajaran
1) Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi
2) Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam membelajaran materi.
3) Membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalamannya dengan hal yang baru dipelajari.
b. Komponen keterampilan menutup pelajaran
1) Meninjau kembali penguasaan materi atau membuat ringkasan.
2) Mengadakan evaluasi.
Prinsip-prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran haruslah bermakna, berurutan dan berkesinambungan.

B. Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan adalah kemampuan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya.
a. Tujuan keterampilan menjelaskan
1) Membimbing siswa memahami materi.
2) Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah.
3) Memberi balikan kepada siswa dan mengatasi kesalah pahaman.
4) Menolong siswa dalam memahami literatur-literatur yang ada.
b. Komponen-komponen keterampilan menjelaskan, meliputi:
• Penggunaan bahasa yang fasih.
• Menyatakan ide secara eksplisit.
• Upaya untuk menghindari kekaburan.
1) Pemberian ilustrasi dan contoh.
2) Penekanan/emphasis
Pemberian tekanan dilakukan agar hal-hal tertentu yang dianggap penting dari ide yang dianggap penting dari ide yang disampaikan itu lebih mendapatkan perhatian siswa.
Penekanan/emphasis dilakukan dalam betuk penggunaan variasi diantaranya: suara (nada, volume), isyarat (symbol/gerakan), dan penggunaan media/sumber pengajaran.
3) Feed-back/pengambilan umpan balik.
Tujuannya adalah:
• Sebagai evaluasi sederhana.
• Menciptakan suasana baru dan menumbuhkan minat belajar.
Prinsip-prinsip keterampilan menjelaskan diantaranya adalah penjelasan harus relevan, penjelasan harus bermakna, penjelasan diberikan diawal, di tengah, ataupun diakhir tergantung dengan keperluan.

C. Keterampilan Bertanya
Ada tiga hal penting dalam keterampilan bertanya:
a. Pausing
Setelah melakuakan pertanyaan, murid diminta tenang sebentar. Ini bertujuan untuk:
1) Memberi kesempatan berfikir mencari jawaban.
2) Untuk memperoleh jawaban yang komplit.
3) Memahami pertanyaan/menganalisa pertanyaan.
4) Agar banyak murid yang menjawab.
b. Prompting
Guru mengajukan pertanyaan yang “sulit”, sehingga tidak ada murid yang bisa menjawab, Karena sulitnya, atau pertanyaan tidak jelas. Oleh karena itu guru harus melakukan “prompt” mendorong. Caranya:
1) Memberikan informasi tambahan, agar murid dapat menjawab.
2) Mengubah pertanyaan dalam bentuk lain.
3) Pecah pertanyaan semula menjadi beberapa sub pertanyaan sehingga pertanyaan dapat dijawab.
c. Probing
Melacak, menuntun, mengarahkan. Probing dilakukan karena belum diperoleh jawaban yang memuaskan. Untuk memperoleh jawaban yang sempurna, maka guru menunjuk murid lain untuk menjawab. Apabila belum puas, minta murid lain lagi untuk menjawab.
Ada tiga aspek dalam keterampilan bertanya:
1) Clarity and brevity/jelas dan singkat.
2) Directing or distributing questions, pertanyaan hurus diarahkan ke seluruh kelas, kemudian mencari murid yang mau menjawab, sebaiknya pertanyaan tidak dijawab serentak.
3) Redirecting the questions,
Pertama-tama pertanyaan ditunjukan keseluruh kelas, lalu yang mau menjawab diminta menunjuk. Kemudian masing-masing yang menunjuk diminta untuk menjawab satu persatu, ini disebut redirecting.
Pertanyaan yang diajukan dapat dibagi atas dua kategori, yaitu:
a. Low order question, yaitu pertanyaan yang bersifat recall, ini pertanyaan mudah.
b. Higher order question, pertanyaan ini agak sulit, dengan memakai kata, bagaimana, mengapa?
Dilihat dari proses pengajuannya, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Structuring (Strukturasi); maksudnya pemberian “pengantar” singkat tentang lingkup pertanyaan itu.
2) Focusing (penepatan focus); penetapan lingkup pertanyaan dengan lebih khusus.
3) Clarity and brevity (kejelasan dan penyingkatan); pertanyaan yang dilakukan itu diucapkan atau diajukan secara jelas dan ringkas.
4) Pausing
5) Distribution (pendistribusian); pengajuan pertanyaan kepada seluruh siswa atau perorangan karena alas an tertentu.
6) Re-direction (pengarahan atau pengulangan kembali); pertanyaan itu diajukan kembali kepada kelas atau individu tertentu setelah memperhatikan respon yang telah ada.
7) Anthusiasm (antusiasme); penciptaan kondisi kesungguhan atas pertanyaan yang diajukan.
8) Prompting (penegasan); mempertegas jawaban atau respon yang sebenarnya.

D. Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut.
a. Tujuan keterampilan memberi penguatan, yaitu:
1) Meningkatkan perhatian siswa pada pelajaran.
2) Meningkatkan motivasi belajar siswa.
3) Memudahkan siswa untuk belajar.
4) Mengarahkan kepada cara berfikir yang baik/divergen dan inidiatif pribadi.
b. Komponen-komponen keterampilan penguatan, yaitu:
1) Pengutan verbal
Penguatan verbal biasanya diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya.
2) Penguatan non verbal
Penguatan ini meliputi beberapa hal, seperti:
• Penguatan berupa gerakan mimik dan badan, misalnya: acungan jempol, senyuman, kerut kening, wajah cerah, dan lain-lain.
• Penguatan dengan cara mendekati, misal: guru duduk dekat siswa, guru berdiri dekat siswa, berjalan disisi siswa, dan lain-lain.
• Pengaturan dengan kegiatan yang menyenagkan, misal: missal siswa dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka dia dapat diminta untuk membantu teman lainnya.
• Penguatan berupa symbol dan benda.
• Pengutan tak penuh, yang diberikan apabila siswa memberi jawaban sebagian benar. Dalam hal ini guru tidak boleh langsung menyalahkan, tetapi sebaiknya member penguatan tak penuh, misalnya: “ya, jawabanmu sudah benar, tetapi masih bisa disempurnakan lagi”dengan demikian siswa tau dimana letak ketidak sempurnaan tersebut dan bisa menyempurnakannya.
Prinsip-prinsip penguatan antara lain sebagai berikut: kehangatan dan antusias, kebermaknaan, menghindari respon yang negatif, penguatan pada perseorangan, penguatan kepada kelompok siswa.

E. Keterampilan Menggunakan Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran.
a. Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
1) Memperjelas penyampaian pesan.
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra.
3) Memperlancar jalannya pembelajaran.
4) Menimbulkan kegairahan belajar.
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan kenyataan dan lingkungan.
6) Memberi kesempatan siswa untuk belajar sesuai minat dan bakat.
b. Komponen-komponen keterampilan menggunakan media pembelajaran:
1) Media audio, media ini sifatnya dapat didengar oleh siswa seperti radio.
2) Media visual, media ini sifatnya dapat dilihat oleh siswa seperti peta.
3) Media audio visual, media ini sifatnya dapat dilihat dan didengar oleh siswa seperti TV edukasi.
Prinsip-prinsip keterampilan ini adalah sebagai berikut:
1) Tepat guna, artinya media yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar.
2) Berdaya guna, media yang digunakan mampu menumbuhkan motivasi siswa.
3) Bervariasi, media yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa.

F. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagai informasi atau pengalaman, mengambil keputusan, memecahkansuatu masalah. Jadi, pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan baik.
a. Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:
1) Siswa dapat memberi informasi / pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru.
2) Siswa dapat mengembbangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
3) Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
b. Komponen-komponen keterampilan ini yaitu :
1) Memusatkan perhatian siswa pada topic dan tujuan diskusi.
2) Memperjelas masalah maupun usulan / pendapat.
3) Menganalisis pandangan siswa.
4) Meningkatkan usulan siswa.
5) Menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi.
6) Menutup diskusi.
Prinsip keterampilan ini yakni :
1) Diskusi hendaknya dilakukan di dalam iklim terbuka.
2) Perlu perencanaan dan persiapan matang, meliputi :
• Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan, minat dan kemampuan siswa.
• Masalah hendaknya mengandung jawaban yang komplek.
• Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik.
• Guru harus siap sebagai sumber informasi dan motivator.


G. Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
a. Tujuan keterampilan mengelola kelas, yaitu :
1) Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran.
2) Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang.
3) Mengendalikan siswa dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
b. Komponen-komponen keterampilan ini adalah :
1) Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
2) Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan.
Prinsip-prinsip keterampilan kelas yaitu :
1) Memodifikasi tingkah laku. Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah dan memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
2) Guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok.
3) Menemukan dan mengatasi tingkahlaku yang menimbulkan masalah.

H. Keterampilan Mengadakan Variasi
Kehidupan akan lebih menarik jika penuh variasi. Begitu juga dalam belajar mengajar. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motifasi dan mengurangi kejenuhan siswa. Keterampilan ini dapat juga dipakai untuk penggunaan keterampilan lain, seperti keterampilan bertanya, memberikan penguatan, menjelaskan dan sebagainya.
a. Tujuan keterampilan ini, yaitu :
1) Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa.
2) Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup.
b. Komponen-komponen keterampilan ini adalah
1) Variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi penggunaan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, kesenyapan guru, mengadakan kontak pandangan dan gerak, gerak badan dan mimik serta penggantian posisi guru dalam kelas.
2) Variasi dalam penggunaan media pembelajaran.
3) Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Mulai dari kegiatan yang didominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri siswa.
Prinsip keterampilan mengadakan variasi, yaitu hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan, harus digunakan dengan lancer dan berkesinambungan, harus direncanakan dengan baik dan dicantumkan dalam rencana pembelajaran.

I. Keterampilan Mengajar Perorangan dan Kelompok Kecil
a. Tujuan mengajar perorangan dan kelompok kecil.
• Tujuan keterampilan mengajar perorangan
1) Memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar kepada siswa.
2) Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa.
3) Memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar lebih aktif
4) Membentuk hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa.
• Tujuan keterampilan mengajar kelompok kecil
1) Meningkatkan kualitas pembelajran melalui dinamika kelompok.
2) Memberikan kesempatan menyelesaikan masalah dan cara hidup secara rasional dan demokratis.
3) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong.
b. Komponen-komponen keterampilan ini, yaitu:
1) Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran.
2) Keterampilan mengorganisasi.
3) Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
4) Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
c. Prinsip-prinsip keterampilan ini, yaitu:
• Prinsip-prinsip keterampilan mengajar perorangan, yaitu:
1) Guru perlu mengenal siswa secara pribadi, sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat.
2) Siswa bekerja bebas dengan bahan yang telah siap pakai, seperti: modul, paket belajar, atau dengan bahan yang telah disiapkan oleh guru sendiri.
3) Tidak semua mata pelajaran cocok disajikan secara perorangan.
• Prinsip-prinsip keterampilan mengajar kelompok kecil, yaitu:
1) Mengajar di dalam kelompok kecil yang bercirikan:
a) Memiliki keanggotaan yang jelas.
b) Terdapat kesadaran kelompok.
c) Memiliki tujuan bersama.
d) Saling tergantung dalam memenuhi kebutuhan.
e) Ada interaksi dan komunikasi antar anggota.
2) Kualitas kelompok diharapkan dapat berperan secara positif, apabila syarat-syarat kelompok dipenuhi, yaitu:
a) Terjadi hubungan yang akrab diantara sesame anggota.
b) Terjadi hubungan yang erat dan kompak diantara anggota kelompok.
c) Para anggota memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
d) Para anggota memiliki rasa kebersamaan yang kuat.
3) Pedoman pelaksanaan
a) Pembentukan kelompok, yang meliputi:
 Sebaiknya jumlah anggota kelompok antara 5-7orang dengan pertimbangan bahwa semakin banyak anggota, maka semakin berkurang efektivitas dan aktivitas belajar setiap anggota.
 Pembentukan kelompok berdasrkan minat, pengalaman, dan prestasi belajar.
b) Perencanaan tugas kelompok.
c) Persiapan dan perencanaan diskusi.
4) Pelaksanaan, yang meliputi beberapa hal berikut.
a) Pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal, untuk memberikan informasi umum kepada semua siswa.
b) Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk melaksanakan tugas ditempat yang tersedia.
c) Guru melakukan supervise dan mengikuti perkembangan proses pembelajaran dalam kelompok.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa guru yang terampil adalah guru yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran. Agar tercipta kelancaran proses belajar-mengajar yang efektif dan efisien, diperlukan keterampilan-keterampilan guru dalam proses belajar-mengajar tersebut. Diantaranya, yaitu: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan menggunakan media pembelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengadakan variasi, dan keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.

B. Saran
Dalam proses pembelajaran, keterampilan guru sangat penting sekali dalam sukses atau tidaknya kegiatan pembelajaran tersebut. Karena dengan guru yang terampil dapat menambah selera anak dalam mengikuti kegiatan belajar. Dengan guru yang mempunyai keterampilan mengajar, akan membuat siswa tidak merasa bosan ataupun jenuh dalam proses pembelajaran.
Andai saja seorang guru tidak bisa mengkondisikan kelas dengan baik, tentu saja kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Jika gaya mengajar, metodologi, sama saja digunakan selama satu semester misalnya saja, tentu akan sangat membosankan siswa. Namun biasanya guru tidak peduli dengan kebosanan siswa nya tersebut.
Untuk itu diperlukan guru yang terampil dalam proses pembelajaran. Guru yang hendak mengatasi kejenuhan dan kebosanan tersebut dengan jalan mengadakan variasi-variasi proses pembelajaran. Selain itu juga, guru seharusnya lebih berinovatif, lebih berkreasi dan lebih berimajinasi ketika melakukan pembelajaran, antara lain dengan menggunakan media dengan baik ataupun menciptakan media pembelajaran yang sederhana yang sesuai dengan materi yang dibahas. Sehingga, guru tidak hanya mengandalkan alat-alat yang ada di sekolah tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Buchari Alma. 2009. Guru Professional Menguasai Metode Dan Terampil Mengajar. Bandung: penerbit ALFABETA.
Udin Syafruddin Saud. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: penerbit ALFABETA
http://layla-innocent.blogspot.com

Tidak ada komentar: